SPIRITUALITAS : PANGGILAN SEBAGAI KATEKIS

Oleh: T.M. Sriyono.

Kita mengenal macam- macam spiritualitas, misalnya spiritualitas Ordo Serikat Yesus,  Spiritualitas ordo Fransiskan, Ordo Serikat Xaverian, Ordo Ursuline, Ordo Fransiskanes. Biarawan Biarawati ,pada umumnya  mau mengikuti Yesus Kristus yang telah menebus dosa manusia dengan sengsara, wafat dan bangkit. Hidupnya sepenuhnya diserahkan kepada Tuhan Yesus dengan mengabdi sesama dan mengikuti , serta  meneruskan pendirinya. Misalnya Serikat Xaverian,  didikan  Beato Mg. Conforti ( Italia ) yang ditekankan  menjadi misionaris. Calon- calon Xaverian siap bertugas mewartakan Injil di negeri lain .  Mereka siap ditempatkan di mana saja. Siap jadi misionaris.Jadi Spiritualitas dari kata latin spiritus, artinya rohani, semangat  untuk hidup  mengabdi Tuhan dan sesama.  Percaya kepada Roh Kudus yang akan menuntun dan memberikan kekuatan untuk mewartakan kabar  Gembira.

PANGGILAN MENJADI KATEKIS

Setiap orang yang telah dibaptis menjadi Katolik, siap ikut Yesus dengan sepenuh hati dan siap menolak setan dalam menjalani hidup ini. Dengan dibaptis dosa- dosa  (  dosa asal dan dosa tambahan dihapuskan ) menjadi suci, diangkat menjadi  anak Allah dan menjadi anggota Gereja Kaolik. Tuhan  Yesus menugasi semua murid- muridNya  :  Yesus mendekati mereka dan  berkata  : “ KepadaKu telah dibeikan segala kuasa di sorga dan dibumi. Karena itu pergilah dan jadikanlah semua bangsa muridKu dan Baptislah mereka dalam Nama  Bapa dan Anak dan Roh Kudus. Dan ajarilah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyerti kamu senantiasa sampai akhir zaman “ ( Mat 28 : 18 – 20 ). Tugas perutusan ini harus dilakukan oleh semua murid- murid Yesus. Katekis dalam mewartakan harus menghayati sungguh -sungguh akan tugas dan panggilannya sebagai pewarta Injil atau  Kabar Gembira. Katekis sekalipun mengalami penderitaan yang berat, harus tetap mewartakan . Bapak Uskup Agung Jakarta Mgr. Leo Soekoto pernah berkata dalam sebuah pertemuan Katekis se- KAJ di Katedral Jakarta bahwa : Kalau mewartakan jangan tunggu suci dulu.Dalam keadaan apapun  kita harus tetap mewartakan  Injil melalui  hidup kita sehari- hari. Jadi dalam mewartakan yang paling penting adalah KESAKSIAN  hidup kita sendiri. Dalam keadaan suka atau duka  kita tetap setia akan Yesus Kristus. Dalam sehat atau sakit tetap setia menjadi pewarta Kabar gembira.   Kegembiraan dan harapan , duka dan kecemasan manusia dewasa ini, terutama yang miskin dan terlantar, adalah kegembiraan dan harapan duka dan kecemasan murid- murid Kristus pula (  Gaudium rt Spez no 1 ).

BEBERAPA HAL POKOK YANG PERLU MENDAPAT PERHATIAN SEORANG KATEKIS:

  1. Katekis adalah seorang beriman. Sebagai katekis harus senantiasa  mengusahakan agar semakin beriman kepada Yesus Kristus yang sengsara, wafat dan bangkit untuk menebus dosa manusia. Katekis berusaha menjadi saksi  Kasih Tuhan Yesus dalam menjalani hidupnya sehari- hari.  Santo Paulus  pernah berkata : Aku ini corongnya Yesus Kristus. Artinya Paulus menyadari bahwa dirinya sebagai orang berdosa tetapi dipakai oleh Yesus untuk menjadi pewarta Injil. Pewarta Kabar Gembira.
  2. Katekis berusaha  untuk terus- menerus menimba kekuatan dari Sabda Tuhan.  Menjadi Katekis  adalah  meneladan Yesus disaat mengalami penderitaan.  Sabda Yesus: “ Jadilah kehendak-Mu  Bapa, jangan kehendak-Ku “ ( doa Yesus ditaman Getzemani ) bdk  Mat  26 : 36 – 46.  Baik juga kalau Katekis merenungkan  Sabda Tuhan dan mencari makna apa artinya Sabda Tuhan itu bagi hidup saya. Misalnya  Membaca Mat. 10 : 1-15,{ Tentang  panggilan murid- murid Kristus. 12 rasul ), Mat.  22 : 34 – 40 ( Hukum yang terutama ) dan Mat. 25 : 31 -46 ( Penghakiman terakhir )
  3. Katekis perlu memahami situasi peserta. Apakah yang dihadapi  anak, remaja atau orang dewasa. Apakah pesertanya  orang tak berpendidikan atau orang pandai, orang sibuk, apakah peserta hidup di pinggiran kota atau di pusat bisnis seperti di Pasar Baru, Jakarta Pusat. Katekis perlu memiliki pisau analisis yang tajam. Tahu betul apa yang sebenarnya menjadi kebutuhan meraka. Bukan yang menjadi keinginan mereka. Misalnya katekis yang bekerja diantara buruh-  buruh di Tangerang. Mereka mnyimpan uang di saku atau di tas di suatu kamar kost, yang satu kamar dihuni 4 sampai 8 orang. Uang suka hilang. Melihat situasi  itu Katekis berusama mendirikan  semacam bank. Di mana Buruh dapat menitipkan uangnya dan dijamin aman. Ini menjdi daya tarik juga untuk buruh yang bukan Katolik.
  4. Ada ketrampilan – ketrampilan yang perlu dimiliki katekis, yang akan menambah semangat Katekis dalam mewartakan Kabar Gembira misalnya :
  • Ketrampilan berefleksi. Seorang Katekis harus senantiasa berani berefleksi, melihat dirinya sendiri dalam relasinya dengan Tuhan dan sesama. Apakah pewartaannya sungguh menggembirakan kepada orang lain. Apakah Katekisnya sendiri selalu tampil semangat, senyum, gembira sekalipun baru mengalami penderitaan. Pengalaman dalam berwarta Injil ,katekse pengalaman mewartakan di manapun , katekis perlu melihat kembali apakah saya sungguh mewartakan Injil.
  • Ketrampilan berkomunikasi. Katekis perlu memiliki ketrampilan  berkomunikasi dengan siapa saja ( dengan sesama )  – Komukikasi bisa melalui bicara, bahasa lambang, bahasa isyarat., bahasa tubuh. Jadilah katekis yang sabar bijaksana, menghargai  sesama, disiplin sekalipun kadang mengalami kesulitan. Seorang katekis yang tak pernah terlambat dalam mengajar akan menjemput pengalaman peserta katekese. Pentingnya disiplin dan kejujuran serta tulus semua itu demi Kabar Gembira,agar semakin banyak orang mendengarkan dan  degan bebas percaya kepada Yesus Sang Juru Selamat tanpa dipaksa. Maka di sini perlu Kateks sendiri mengalami kasih Allah yang luar biasa. Semakain Katekis mengalami kasih Allah, mengalami pengalaman iman, maka katekis tersebut tetap akan teguh , kuat, dan siap tugas mewartakan dalam keadaan apa pun. Demi Kabar Gembira. Demi Injil aku siap diutus Tuhan Yesus .
  • Ketrampilan untuk mewartakan Kabar Gembira. Pewartaan yang paling penting adalah kesaksian hidup katekis sendiri. Bagaimana Katekis menjalani hidupnya  sekalipun berat berusaha tetap setia kepada Yesus. Kesetiaan, kejujuran , disiplin dan selalu mengusahakan  untuk semakin beriman kepada Yesus Kristus .
  • Marilah saudara -saudaraku seiman dan se panggilan sebagai pewarta Sabda Tuhan, kita berusaha untuk tetap setia dan pasrah kepada Tuhan Yesus Kristus yang telah menyelamatkan kita semua. Tuhan Yesus telah membebaskan kita dari dosa. Tuhan Yesus telah mengasihi kita dengan sengsara, wafat dan bangkit dari mati.  Tuhan Yesus telah mengasihi  kita, telah memberikan kesehatan, rezeki, dan  semua itu gratis. Karena cinta Tuhan yang luar biasa kepada kita yang tidak pantas ini. Bahkan kita yang tak layak ini diutus menjadi pewarta Kabar Gembira.

Kepustakaan :

  1. Kitab Suci.
  2. Dokumen Konsili Vatikan ke II  Gaudium et Spez  no 1
  3. Dr. Marnus Telammumbanua, OFM .Cam :  Ilmu Kateketik. Obor 1999.
  4. KWI  : Iman  Katolik. Obor  1999.

Jakarta   23 April  2013

T.M. Sriyono.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.