KATEKESE DIGITAL #13 “YESUS TUHAN DAN ALLAH KITA” (BAGIAN 2)

“YESUS TUHAN DAN ALLAH KITA” (BAGIAN 2)

“PERCAYALAH AKAN PEKERJAAN-PEKERJAANKU” (Yoh 10:38)

Ketika ditolak dan akan akan dirajam oleh orang Yahudi, Yesus justru menantang mereka: “ …. Percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa.” (Yoh 10:38). Pekerjaan Yesus tampak dalam ajaran dan karyaNya.

Ajaran Yesus terangkum dalam hukum pertama dan terutama “Kasihilah Tuhan Allahmu dan kasihilah sesamamu.” Ia menggabungkan dua hukum Perjanjian Lama dan menyatakan “Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Tarurat dan kitab para nabi.” (Mat 22:40). Ini yang membedakan Yesus dengan nabi-nabi lain. Ialah satu-satunya pribadi di dunia ini yang menyatakan bahwa kasih adalah hukum pertama dan terutama.

Ia tidak hanya mengajarkan tetapi juga menunjukkannya dalam karya nyata. Karya-karya mujizatNya tidak hanya dicatat di dalam Injil tetapi juga di luar Injil. Dari mujizat yang Ia lakukan, kita tahu bahwa seluruh hidup manusia, baik jasmani maupun rohani, mendapat perhatian khusus dari Allah. “Rambut kepalamu pun terhitung semuanya. Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit” (Mat 10:30-31). Betapa besar kasihNya kepada manusia.

Puncak dari karya Yesus tentulah penyaliban dan kebangkitanNya. Ia yang adalah Firman Allah, yang sejak semula bersama-sama dengan Allah dan adalah Allah (Yoh 1:1), rela mati disalib seperti seorang penjahat. Mengapa? Karena itulah satu-satunya jalan bagi keselamatan manusia. “Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.” (Mat 20:28).

Bahwa salib bukanlah karya penebusan yang sia-sia dibuktikan dengan kebangkitanNya 3 hari sesudah kematianNya. Kebangkitan Yesus memberikan kepastian bahwa pada akhirnya hidup akan mengatasi maut, kebenaran mengatasi kepalsuan, keadilan mengatasi kelaliman, dan kasih mengatasi kebencian. Kebangkitan Yesus Kristus menjadi dasar harapan untuk kebangkitan kita sendiri menuju kehidupan kekal (Rom 6;5; 1 Kor 15:12-22; Flp 3:11; 2 Tim 2:11). “Andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu (1Kor 15:14). Salib dan kebangkitan Yesus menjadi bukti nyata keallahan Yesus, seperti diungkapkan oleh Tomas setelah melihat dengan mata kepalanya sendiri Yesus yang hidup setelah kematianNya: “Ya Tuhanku dan Allahku” (Yoh 20:28).

“Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” (Yoh 20:29).

#Setelah menonton video ini, jangan lupa subscribe ya, dijempolkan hehehe, dishare ke yang lain sesama teman pewarta dan seluruh umat, terimakasih#

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

nomortogelku.xyz