KARUNIA ROHANI ROH KUDUS

By: RD V RUDY HARTONO (Ketua Komisi Kateketik KAJ)

APAKAH KARUNIA ITU?

Karunia bisa kita lihat dari arti kata GRACE, yaitu RAHMAT. Rahmat sendiri berarti anugerah yang diberikan oleh Allah kepada kita. Anugerah terbesar dari Allah kepada kita ialah rahmat keselamatan dimana kita diangkat menjadi anak-anak Allah. Berkat baptis kita menerima rahmat Allah: dihapuskan dari dosa asal kita (dari dosa Adam menjadi Adam Baru), diangkat status kita menjadi anak-anak Allah, dan akhirnya menjadi anggota GerejaNya (Umat Allah).

Menerima Roh Kudus adalah anugerah Allah. Bdk.lagu Datanglah Roh Kudus. Di sana dikatakan Qui diceris Paraclitus. Altissimi donum Dei. Fons vivus, ignis, caritas. Et spiritalis unctio. Begitulah akhirnya kita dapat memahami bahwa Roh Kudus adalah anugerah yang diberikan Bapa teramat tinggi, yang mampu membawa kasih, air kehidupan, dsb, yang membuka cakrawala kita akan pentingnya pewahyuan ilahi, dan itu berarti merupakan suatu rahmat yang menguduskan.

Sinonim dengan rahmat yang menguduskan ini adalah tentang URAPAN. Kita akan membandingkan kisah Yesus sendiri yang diberi gelar Kristus (= yang diurapi). Para imam dengan tugas dan fungsinya mereka mengalami pengurapan sebagai raja, imam dan nabi. Berkat baptis-krisma-ekaristi umat beriman kristiani juga mengalami pengurapan sebagai raja, imam dan nabi. Semua karunia urapan-urapan ini memampukan kita menjadi kudus (=dikuduskan). Kita lihat Yesus ketika diriNya sudah dibaptis oleh Yohanes Pemandi, Ia pergi ke Sinagoga di Nazareth dan mengatakan,”Roh Allah datang kepadaKU.” Serta berkeliling ke kampung-kampung dan desa-desa untuk mengajar tentang Allah dan KerajaanNya kepada banyak orang yang mau mendengarkan DIA. Kendati Yesus juga berhadapan dengan penolakan-penolakan, tetapi Karunia Roh Kudus yang telah hadir padaNya membawa serta diriNya terlibat dalam PEWARTAAN KERAJAAN ALLAH.

Umat beriman kristiani menerima anugerah Allah berkat baptisnya melalui URAPAN. Pada praktiknya mereka selanjutnya menerima sakramen-sakramen. Disinilah sebenarnya umat kristiani mengalami kepenuhan Roh Kudus, ialah karunia keselamatan. Karunia ini selalu datang dari Allah dan kepada mereka yang percaya dan menerimanya.

Namun tetap harus diwaspadai bahaya-bahaya ini: umat beriman kristiani yang telah menerima pengurapan berkat sakramen-sakramen yang diterimanya lalu cepat puas diri dan tak mau berbuat apa-apa lagi. Karunia Rohani Roh Kudus itu sejujurnya harus terus-menerus diperbarui. Bdk. Orang protestan yang selalu menekankan dimensi pengurapan, dalam diri mereka disemangati Roh Allah yang menyala-nyala untuk mewartakan Injil (Kabar Gembira). Padahal dalam Gereja Katolik, karunia Rohani Roh Kudus sudah dialami ketika mereka menerima pengurapan plus sakramen-sakramen. Seharusnya umat beriman kristiani dengan pengurapan plus sakramen-sakramen mereka disemangati dan diperbarui selalu dengan anugerah Roh Kudus untuk bersaksi dan mewartakan Injil.Titik persoalannya adalah pada hidup DOA dimana orang mengalami kerinduan dan kehausan yang terus diperbarui. Let’s go to do it!!!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

downloadfilmterbaru.xyz nomortogel.xyz aplikasitogel.xyz hasiltogel.xyz paitogel.xyz