ERA DIGITAL DI TENGAH KELUARGA

Oleh: RD. M. Harry Sulistyo (Ketua Komisi Komunikasi Sosial KAJ)

Hakikat era digital atau disebut juga abad TEKNOSAINS adalah suatu era di mana kemajuan teknologi yang sedemikian pesat menyebabkan terjadinya revolusi secara masif dan signifikan terhadap prinsip, nilai, paradigma berpikir, perilaku, serta pola tindak manusia dalam menyikapi kehidupannya di segala bidang.

Sebagai contoh Perubahan Perilaku:

Peristiwa Sehari-Hari

Dahulu

Kini: Era Digital

Anak bertengkar dan dimarahi oleh orang tua Masuk kamar dan mengunci pintu Merubah statusnya di facebook atau nge-twit
Suami dan istri berselisih paham di rumah Keduanya berdiam diri beberapa waktu Sang istri ‘sharing’ di grup Blackberry
Seorang remaja/pemuda mengutarakan isi hatinya Menulis kisahnya di buku harian pribadi Menyiarkannya di blog pribadi
Siswa sekolah kecewa dengan gurunya Menceritakan ke teman-temannya Cari dukungan di m-list dan lapor
Bocah ingin mengetahui arti dari kata tertentu Bertanya ke orang tua atau gurunya Browsing, cari  sendiri di internet

 

Dampak Negatif Era Digital:

  • Tekonologi memberikan kenyamanan sekaligus juga membuat penggunanya “a-sosial” (menjauhkan yang dekat) bahkan menjadi “a-susila” dalam dunia maya dan “tidak mengenal waktu” (Hasil survey membuktikan: 37% meluangkan waktu 4-6 Jam/hari bercengkerama dengan ponsel android. Lebih “edan” lagi  29% mengaku lebih dari 10 jam per hari).
  • Perkembangan teknologi selalu diikuti perubahan nilai sekaligus pergulatan etika yang tidak pernah usai. Tidak semua arus informasi yang disajikan melalui teknologi menjunjung tinggi nilai-nilai dan harkat manusia. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi sering disalah-gunakan untuk melawan maksud Sang Pencipta dan memutarbalikkannya sehingga mengakibatkan kebinasaan.
  • Banjir arus informasi bisa jadi membuat Allah tak dikenal lagi. Kepungan informasi deras berputar dan super cepat membuat manusia tak bisa diam. Sibuk menerima, menampung, dan mengolah sehingga kehilangan keheningan yang terarah kepada Allah. Terlebih kebanyakan manusia menggunakan teknologi hanya untuk kepentingan duniawinya. Dan banjir informasi  lebih banyak  yang tidak jelas mutunya, namun mempunyai daya kekuatan manipulatif. Membentuk opini, gaya hidup, yang seolah-olah benar dan baik, tapi sebenarnya kehilangan akarnya, karena bertentangan dengan nilai-nilai. Melalui itu semua, keluarga-keluarga dihadapkan pada kecenderungan nilai materialistik yang merusak  dan menyumbang budaya kekerasan, pornografi, konsumtivisme, dan individualisme.
  • Lihatlah data berikut yang memperlihatkan, bagaimana Google dan You Tube lebih banyak menyajikan informasi/situs “sex” atau “porn” dibanding yang lain (hasil penelusuran 15 Des 2012)

 

Ketik Kata

GOOGLE

YouTube

Sex

3,020,000,000

1,770,000

Porn

1,380,000,000

1,090.000

Islam

598,000,000

1,460,000

St.  Maria

213,000,000

423,000

Katolik

20,400,000

8,670,000

Muhammad

271,000,000

1,070,000

Yesus

19,700,000

16,800

Ekaristi

755,000

903

 

Berikut ini hasil survey tahun 2006 pengguna internet dan pornografi:

  • Tiap detik 28.258 pengguna internet melihat pornografi; Tiap detik 375 pengguna internet mengetik sesuatu yang berkaitan dengan pornografi dalam mesin pencari internet; Indonesia urutan ke-7 yang paling banyak meminta mesin pencari dengan mengetik kata “sex”; 7 dari 100 top site Indonesia adalah situs porno, dan 15 dari 100 top site dapat ditumpangi konten porno. (www.awari.com)
  • Fakta mengejutkan internet kaum perempuan: 1 dari 3 pengunjung situs porno adalah perempuan dan Perbandingan perempuan dan laki-laki dalam chat-room 2:1;  9,4 juta perempuan pengunjungi situs porno tiap bulan;  13% perempuan mengakses situs porno dari kantor; 70% perempuan pengguna internet merahasiakan aktivitas seksualnya lewat dunia maya; 17% perempuan bergulat dengan adiksi pada pornografiIndustri pornografi terbesar ketiga setelah narkoba dan senjata. ;
  • Tiap detik US$ 3.075,64 dikeluarkan untuk pornografi ; Tiap 39 menit sebuah video porno selesai dibuat di AS.

Berkatekese di dalam Keluarga  di  Era Digital

  1. Menyikapi situasi Kesenjangan Generasi (Orang Tua – Anak) di Era Digital:
  • Generasi muda ingin serba cepat, serba instan dan tidak menyukai segala sesuatu yang mengandung batas. Teknologi menjawab kebutuhan itu maka anak muda  menjadi pecandu teknologi (native digital), seperti DVD, telepon seluler, BB, Iphon, iPad, dan internet.
  • Mereka menjadi warga negara jaringan teknologi. Namun warga Negara yang hanya bersifat “konsumtif”, sekaligus pembaca, penulis, dan pembicara yang payah.
  • Orang Tua (generasi imigran digital)  masih gaptek (gagap teknologi) dan  tak mudah bagi orang tua mengikuti perkembangan teknologi dan menggunakannya. Yang kerap terjadi: Orang tua “mengantar” anak ke dunia digital dengan memberi fasilitas namun sering membiarkan  anak sendirian mengembara di rimba digital.
  • Oleh karena itu, orang tua harus memiliki sikap “melek teknologi” sebagai upaya untuk   “menemani” anak dan membantu memfilter efek yang ditimbulkan dari perkembangan media teknologi itu sendiri. Teknologi bukan untuk dijauhi, dipertentangkan atau dimanfaatkan semata-mata untuk memenuhi kebutuhan kemanusiaan kita…tuntutan untuk orang-orang beriman: sudah saatnya kita “bermain” melayani Sabda dengan berkatekese di ruang era teknologi digital.
  1. Menemukan dan memperkenalkan Allah dalam dunia digital. Orang tua bisa memulainya dengan tradisi bercerita yang mengikuti selera anak-anak generasi native digital dengan  memanfaatkan produk-produk hasil teknologi seperti film  animasi dll karena anak telah terbiasa dengan situasi digital.
  2. Masing-masing anggota keluarga saling terhubung dalam jejaing sosial seperti FaceBook, Tweeter, untuk berbagi Sabda, kata-kata reflektif atau link yang mengingatkan akan kehadiran Allah atau membuat blog keluarga sebagai salah satu sarana komunikasi dan berkatekese, yang setiap anggota keluarga dapat mengisinya setiap hari dengan pelbagai hal, misalnya refleksi peristiwa sehari-hari yang dialami dan bagaimana Allah berperan dan berpesan dalam peristiwa itu.

Terimakasih

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

downloadfilmterbaru.xyz nomortogel.xyz aplikasitogel.xyz hasiltogel.xyz paitogel.xyz